Selasa, 30 Oktober 2012

Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan

Share this history on :
oleh: Ebiet G. Ade




Dengar suara angin berdesau semilir
menyentuh legam lenganku telanjang
tengah duduk menunggu fajar
Semburat sinar merah matahari


Lihat pucuk-pucuk daunan melambai
Berbagai kenangan silih berganti
mengisi jiwa, menguak dada
Kepak kelelawar pecahkan bintang

Ingin aku sapa sekejap Kau sirna
seperti di telan bianglala
Getar batang pinus gelombang samudra
Teguhkan bibirku sebut namaMu

Dengar derap langkah serentak terhenti
Menyimak lirih bisikan kalbuku
Ada yang tertinggal, ada yang hilang
Begitu kelam dan sangat dalam

Tinggal sepotong ranting erat kugenggam
Tolong, sambutlah persembahan ini
Heningnya malam bekukan embun
Biduk telah sarat dan kutambatkan

Sing Nulis: Unknown ~ Blog Trik dan Tips ~

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan,, Terima kasih atas kunjungannya. Kritik dan saran dapat disampaikan via kotak komentar.. Jika diperlukan Artikel ini bisa disebarluaskan melalui blog sobat, hanya mohon sebutkan sumbernya dengan tautan link aktif ke postingan ini. Terimakasih.

:: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar