Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu Ebiet G AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu Ebiet G AD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

Camelia 4

oleh: Ebiet G. Ade


Senja hitam ditengah ladang
Dihujung permatang engkau berdiri
Putih diantara ribuan kembang
Langit diatas rambutmu
Merah tembaga
Engkau memandangku
Bergetar bibirmu memanggilku
Basah dipipimu air mata
Kerinduan, kedamaian oh


Camelia 3

oleh: Ebiet G. Ade


Di sini dibatu ini

Akan kutuliskan lagi

Namaku dan namamu

Maafkan bila waktu itu

Dengan tuliskan nama kita


Camelia 2

oleh: Ebiet G. Ade


Gugusan hari-hari
Indah bersamamu Camelia
Bangkitkan kembali
Rinduku mengajakku kesana


Camelia 1

oleh: Ebiet G. Ade


Dia Camelia
puisi dan pelitamu
kau sejuk seperti titik embun membasahi daun jambu
di pinggir kali yang bening


Camelia

oleh: Ebiet G. Ade



Dia Camelia
puisi dan pelitamu
kau sejuk seperti titik embun membasahi daun jambu
di pinggir kali yang bening


Bingkai Mimpi

oleh: Ebiet G. Ade


Dalam kepekatan mimpiku
wajahMu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buatMu
Menikam cinta paling dalam
Du du du du du du du
du du du du du 

Bunga Bunga Cinta

oleh: Ebiet G. Ade




Geriapnya seperti sejuta bintang
Pancaran matamu bening cemerlang
Aku pun terkesima, hilanglah kata-kata,
degup jantungku menggelegak,
gelora cinta pun deras mengalir tak terbendung


Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan

oleh: Ebiet G. Ade




Dengar suara angin berdesau semilir
menyentuh legam lenganku telanjang
tengah duduk menunggu fajar
Semburat sinar merah matahari


Bias Warna

oleh: Ebiet G. Ade


Warna dalam gugusan alis mata
sering terbaca menyesatkan
Sementara di dalam bergejolak,
di luarnya justru seperti bisu


Biarlah Aku Diam

oleh: Ebiet G. Ade


Biarlah aku buang di tengah lautan
Kerinduan yang bergelora memecahkan kepala
Semoga terhempas gelombang dan berhenti mengejarku
Bahkan pernah kucuri sehelai rambutnya
Aku tanam di depan pintu jelas ada maksudnya
Setiap pagi aku langkahi agar dia yang terjerat
dalam bayang-bayanganku

Biarkanlah Hati Bicara

oleh: Ebiet G. Ade


Coba diam sejenak, amati suara angin
Barangkali di sana ada yang engkau cari
Coba dekapkan wajahmu di bawah sinar lampu
Tak perlu kau katakan, rindumu telah terbaca ho..
Tumpahkanlah lewat nyanyian
Salah satu cara untuk menyiasati rindu
Kadang-kadang tanpa terasa
tetes air mata membasahi pipi


Berjalan Diam Diam

oleh: Ebiet G. Ade


Berjalan diam-diam ternyata banyak makna
Setiap sudut dapat aku lihat
semua yang tersembunyi serta merta kubuka
Kotor berdebu, kumuh dan kusam
Seperti apa adanya


Berjalan Di Hutan Cemara

oleh: Ebiet G. Ade


Berjalan di hutan cemara
Langkahku terasa kecil dan lelah
Makin dalam lagi
Ku ditelan fatamorgana


Berita Kepada Kawan

oleh: Ebiet G. Ade


Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan


Bahasa Matahari

oleh: Ebiet G. Ade


Seringkali aku tak mampu menangkap
isyaratmu lewat cuaca
Matahari, ombak di laut
sering membisikkan
yang bakal terjadi


Ayah Aku Mohon Maaf

oleh: Ebiet G. Ade



Dan pohon kemuning akan segera kutanam
Satu saat kelak dapat jadi peneduh
Meskipun hanya jasad bersemayam di sini
Biarkan aku tafakkur bila rindu kepadamu


Asmara Satu Ketika

oleh: Ebiet G. Ade


(hm... ho ha ha..) hu......
Ketika kubuka jendela kegetiran datang menyergap, ah
Apakah karena hembusan angin bawa aroma rumput basah?
Gemuruh air hujan menumpas nyanyianku
tentang asmara yang sirna terkubur dalam dada
Aku kembali terduduk di atas kebekuan bara hati


Apakah Mungkin

oleh: Ebiet G. Ade



Apakah mungkin engkau merasakan
rindu seperti yang aku derita?
Jauh terbentang bukit dan lautan
Waktu pun seperti berhenti berdetak


Apakah Ada Bedanya

oleh: Ebiet G. Ade


Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui

Anak

oleh: Ebiet G. Ade


Aku temukan anak kecil kurus terkapar
Menutup wajah dengan telapak tangannya
Aku gamit ia terperanjat
melompat terbangun dan menatapku dengan nanar
Lantas berlari bersembunyi
di balik bayang-bayang pekat


»