Setiap orang pasti memiliki keinginan kuat atau ambisi dalam meraih
kesuksesan dalam hidupnya, tak terkecuali dalam hal karir. Namun, jika
Anda sebagai seorang istri terlahir lebih ambisius dan termotivasi
merintis karir daripada suami, maka waspadalah jika hal ini lantas
memunculkan riak-riak dalam kehidupan rumah tangga Anda.
Mengutip pepatah lama “di balik kesuksesan pria adalah wanita yang
baik.” Pepatah ini pastilah berlaku bagi pria dengan karir melesat cepat
bagai anak panah, sangat cemerlang. Namun seiring bertumbuhnya
emansipasi dalam segala aspek, wanita pun tak mau kalah. Bagai anak
panah yang melesat, pun, mereka lantas berkejaran memasuki dunia kerja.
Demi hak mengaktualisasi diri, menjadi mandiri dan berdikari.
Sayang, kemudian banyak wanita dengan segala kesuksesan yang telah
diperolehnya di luar rumah, semakin melangkah keluar dari kodratnya,
sebagai istri juga seorang ibu bagi putra-putri mereka. Batas-batas
gender itupun dilewati begitu saja. Hal ini yang lalu menumbuhkan
superioritas wanita, bahwa mereka merasa bisa lebih kuat dari pria.
Sebuah keterbalikan jaman. Wanita yang dulu selalu merasa dijajah
pria, kini, telah menggeser perannya, menjadi pencari nafkah utama dalam
keluarga. Karirnya yang jauh lebih cemerlang dan menonjol dibanding
prianya, telah memaksa wanita keluar dari rumah dan melupakan kodratnya.
Lebih parahnya menjadi penjajah dalam rumah tangganya sendiri.
Tetapi, apakah hal ini benar-benar bisa diterima pasangan? Ketika
seorang wanita jauh lebih ambisius mengejar karir dibanding suaminya.
Lalu bagaimana jadinya pria yang menikah dengan salah satu wanita ‘high
quality’? Bisa dibayangkan, perkawinan ini tak lagi menemukan
keseimbangannya dan justru bersiap menghadapi kehancuran. Pepatah lama
pun lantas terpatahkan, berganti pepatah baru, “di balik kesuksesan
wanita adalah sebuah kehancuran rumah tangga.”
Fenomena pergeseran peran pria dan wanita ini ternyata telah menjadi
penelitian menarik di luar negeri. Sebuah survei pernah dilakukan pada
44 wanita dan 7 pria. Pernikahan mereka berada di suatu hubungan, dimana
istri sangat ambisius mengejar karir, sedang suami merasa kehilangan
powernya karena superioritas istri. Hasil penelitian tersebut
menunjukkan, bahwa 10% dari peserta yang disurvei mengalami perceraian.
Wow!
Untuk memahami sepenuhnya diri Anda dan pasangan yang terlibat dalam
hubungan pernikahan seperti hal diatas, ada baiknya jika Anda berdua
bisa melihat kepribadian masing-masing dan lalu menemukan cara untuk
menjaga keseimbangan, keharmonisan serta berjuang bersama mencapai
kebahagiaan.
Memang, seorang wanita yang ambisius cenderung sangat menarik,
antusias terhadap banyak hal dan penuh semangat. Dia bekerja sangat
keras, terkadang malah terlewat ‘over’. Wanita ambisius sering dilabeli
sebagai ‘super moms’, dan identik dengan jabatan krusialnya dalam sebuah
perusahaan. Dia sangat menikmati posisinya sebagai pemimpin dan bahkan
cenderung senang memerintah atau mengendalikan orang lain.
Energinya sangat besar, dan seringkali memiliki toleransi yang rendah
terhadap orang-orang yang tidak bisa mengikuti langkahnya. Namun wanita
bertipe ambisius ini umumnya sangat kreatif dan penuh ide-ide
cemerlang. Pribadinya yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan
dan karirnya, tak jarang membuatnya mengalami stres. Namun dia bisa
mengambil alih dan menangani stresnya dengan baik. Selain cerdas dan
berpikiran terbuka, dia juga pribadi yang rapuh, butuh untuk dicintai,
dihargai bahkan diakui oleh semua orang.
Sedang pria yang tidak terlalu berambisi dalam hidupnya, cenderung
berkepribadian sangat santai, tidak ngaya. Dia sudah cukup senang dan
puas dengan hidup dan pencapaian karirnya. Pun, dia sangat tahu
bagaimana menikmati hidup. Hiburan dan relaksaksi adalah prioritas
terbesar dalam hidupnya. Inilah perwujudan dirinya bahwa hidup harus
bisa dinikmati dan disyukuri.
Secara umum, dia sangat setia terhadap pasangannya. Sebagai pribadi
dalam keluarga, dia juga tidak gampang terpengaruh pada uang, kekuasaan
atau ambisi. Baginya hal-hal itu tidak akan bisa membeli kebahagiaan.
Pribadinya yang penuh kasih sayang, membuatnya pun ingin merasa dihargai
dan dicintai.
Kenali tanda-tandanya
Setiap pribadi pastinya memiliki kekuatan dan kelemahan dalam
karakter yang mereka miliki. Penyatuan dua karakter berbeda ini
seharusnya bisa memberi warna pada pernikahan Anda berdua, bijaknya
dengan saling melengkapi dan mengisi setiap kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
Dan sebelum Anda terlanjur sibuk dengan karir dan terjebak dalam
badai perceraian yang menghantui rumah tangga Anda, maka ada baiknya
Anda mengenali tanda-tanda dini berikut ini:
Kebencian – Berhati-hatilah jika Anda mulai memanjakan perasaan benci
terhadap pasangan. Apapun yang dia lakukan, entah pekerjaan atau
pengorbanan untuk keluarga, tak lagi berharga dan berarti di mata Anda.
Itu karena Anda merasa lebih baik dari pasangan, dalam hal apapun.
Bersikap negatif – Jika Anda tak lagi melihat sesuatu yang baik dari
pasangan, maka waspadalah. Anda merasa dia tak lagi bisa mengimbangi
kemampuan Anda dalam pencapaian karir. Parahnya, hal ini lantas
menimbulkan sikap negatif Anda terhadapnya.
Ketidakseimbangan seksual – Jika Anda tak lagi bisa menyamakan ritme
dan waktu dengan pasangan untuk sekedar merasakan keintiman bersama,
maka berhati-hatilah! . Stres dan lelah yang mendera karena beban kerja
yang menumpuk selama enam hari dalam seminggu, membuat Anda tak lagi
bisa merasakan nikmatnya intim bersama pasangan. Alhasil, kehidupan
seksual Anda pun melambat, tak lagi nikmat.
Energi yang berlebih – Tak dipungkiri, wanita yang berambisius
memiliki energi yang sangat besar untuk menaklukkan apapun. Tak terbatas
di tempat bekerja, bahkan terbawa juga dalam setiap aspek kehidupannya.
Selain berambisi mengejar karir, dia juga sangat ingin menguasai rumah,
teman juga keluarganya.
Ketidakpedulian – Anda berdua atau salah satu dari kalian seperti tak
lagi peduli dengan kehidupan masing-masing yang berjalan dalam satu
atap pernikahan. Anda dan dia sudah terlalu sibuk dengan dunia
masing-masing. Inilah tanda paling serius sebelum perceraian memasuki
babaknya. Segeralah perbaiki hubungan, atau Anda berdua akan menyesal.
Dan seharusnya ketika seorang wanita yang ambisi mengejar karir
bersisian dengan pria yang tak ambisius, mereka bisa menemukan
keseimbangan yang harmonis. Rahasianya adalah menekankan pada kekuatan
masing-masing pribadi. Seperti dua potong puzzle, berbeda karakter namun
bisa saling cocok satu sama lain.
Untuk mencapai keselarasan tersebut, bijaknya:
1. Turunkan harapan Anda – Pria Anda memang tidak pernah ingin
berambisi dalam hidupnya. Pahami itu, jangan buat dia merasa tertekan
karena dia tak bisa menyelaraskan diri dengan Anda. Belajarlah untuk
menghargai dia dan segala usahanya, seberapa pun besar kekuatan yang dia
miliki.
2. Pertimbangkan sisi baiknya – Jika Anda melihat dia sebagai pribadi
yang malas, seperti tak pernah punya tujuan dan semangat dalam
hidupnya, segeralah kenali kembali sifat-sifat baik dalam dirinya.
Hilangkan pikiran negatif Anda dan pertimbangkan bahwa segala sifat
baiknya ini adalah kekuatannya. Tilik lebih mendalam, bagaimana dia bisa
menikmati hidupnya, dia yang sangat fleksibel menghadapi masalah, dan
menghargai hal-hal kecil dalam hidupnya.
3. Biarkan dia mengajarkan Anda untuk lebih bersantai – Cobalah
belajar darinya tentang menikmati hidup dan bersyukur atas segala
pencapaian selama ini. Ini sangat baik untuk keseimbangan hidup Anda.
Jika Anda bisa menikmati waktu santai bersama, menikmati hidup dan
menghargai kekuatan yang Anda berdua miliki, maka Anda akan dapat
menemukan harmoni dan keselarasan dalam pernikahan bersamanya.
4. Dia butuh waktu dan perhatian Anda – Siapa pun pasti ingin
diperhatikan, tak terkecuali dia, pasangan Anda. Jangan pernah
mengganggap bahwa dia tak pernah ada dalam hidup Anda. Berikan
perhatian-perhatian kecil dan dukunglah tujuan hidupnya, tak terkecuali
dalam pencapaian karirnya.
5. Ingat, bahwa pernikahan Anda adalah yang terpenting – Memang,
memberikan waktu dan perhatian yang ia butuhkan sangatlah tidak mudah
bagi Anda yang sangat ambisi mengejar karir. Namun, sekali lagi,
ingatkan diri Anda bahwa pernikahan ini adalah yang terpenting, lain
tidak. Kuatkan hati, karena dengan kerjasama Anda berdua, kapal Anda
yang sebentar lagi karam akan bisa diselamatkan.
6. Pahami egonya yang kadang berlebihan – Sebuah kebanggaan dan juga
kepedihan bagi seorang pria melihat betapa super wanitanya. Egonya
sebagai pria telah terkalahkan, dirinya pun merasa harga dirinya sebagai
pria terinjak-injak. Saat menghadapi situasi seperti ini, jangan pernah
meremehkannya. Seberapa pun sibuknya Anda, tetaplah memberikan
perhatian dan mememenuhi kontribusi Anda sebagai istri dan seorang ibu.
Dukungan dan apresiasi Anda terhadap segala upaya suami akan membuatnya
merasa bahagia dan dihargai. Jangan lupa berterimakasih, karena tanpa
dukungan darinya, Anda pun tak akan bisa berhasil dalam karir.
7. Menjaga komitmen – Tentunya menyakitkan hati, ketika Anda
membatalkan janji menghabiskan waktu bersama suami dan keluarga di akhir
pekan, dan lebih memilih sibuk mengurus pekerjaan kantor yang tertunda.
Seharusnya Anda bijak memilih mana yang memiliki prioritas lebih utama
dibanding yang lain. Jangan biarkan Anda dikuasai ego, mengutamakan
pekerjaan dan mengesampingkan waktu Anda bersama keluarga.
Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/05/04/889/-Sukses-Wanita-Ancaman-Kehancuran-Rumah-Tangga